PanoramaJanuary 31, 2006 10:11 am

Dieng

Panorama 10:09 am

Panorama 10:08 am

Dieng

Panorama 10:06 am

Dieng

Panorama 10:04 am

Dieng

KehidupanJanuary 30, 2006 9:31 am

Kerbau Bule adalah sebutan untuk kerbau berwarna albino koleksi Kraton Surakarta Hadiningrat. Sebagian masyarakat menganggapnya sebagai hewan keramat, sehingga memperlakukan kerbau-kerbau itu melebihi manusia. Pada malam 1 Syura (1 Suro) dalam penanggalan Islam, kerbau dan sejumlah pusaka koleksi kerajaan diarak mengelilingi kompleks kraton.

Sebagian masyarakat, bahkan rela berebut kotoran (tinja) yang dibuang soleh sang kerbau karena dianggap bertuah. Kotoran itu, konon, bisa dijadikan obat bagi penderita sakit, bahkan dianggap bisa mendatangkah berkah penglarisan bagi para pedagang tradisional. Karena dikeramatkan pula, kerajaan mengangkat abdi dalem yang khusus menangani si kerbau. Tentu, menjadi pawang kerbau keramat juga menimbulkan kebanggan tersendiri bagi abdi dalem. Tak aneh, seorang abdi dalem rela menciumi si kerbau.

Kehidupan 9:07 am

Kehadiran stoomwals di pedesaan menjadi pusat perhatian anak-anak. Kendati menjadikan alat pengeras jalan itu sebagai obyek bermain, kehadiran ’sarana perubahan’ itu juga bisa memicu semangat belajar anak-anak, setidaknya bisa menerbitkan cita-cita untuk menjadi tukang insinyur!

Ekonomi 8:56 am

Para buruh sedang melinting rokok kretek di sebuah perusahaan rokok di Sragen, Jawa Tengah. Gencarnya penetrasi pasar rokok putih dan kretek ringan (mild) di pasar domestik dan kuatnya pengaruh kampanye antirokok yang dimotori Badan Kesehatan Perserikatan Bangsa-bangsa (WHO) telah mengakibatkan bangkrutnya ratusan industri rokok kretek menengah dan kecil.

Kudus yang dikenal dengan sebutan Kota Kretek termasuk salah satu kawasan industri rokok kretek di Indonesia yang terkena getah kampanye rokok putih. Hingga 2001, hanya tinggal 40-an pabrik rokok berskala kecil, menengah dan besar yang mampu bertahan. Pada kurun 1980-an, sedikitnya 148 pabrik rokok masih kokoh berdiri. Penyusutan jumlah pabrik itu menyumbang peningkatan jumlah penganggur hingga sedikitnya 25 ribu orang.

PeristiwaJanuary 29, 2006 2:44 pm

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa umatnya dan memuliakan mereka di surga-Nya.
Banjarnegara, 5 Januari 2006

Peristiwa 2:42 pm

Sebuah tangki bahan bakar menjadi saksi bisu yang memperparah kelangkaan bahan bakar minyak di berbagai kota di Indonesia. Cepu, pada akhir 2005

Peristiwa 2:40 pm

Nova Maulana, penderita busung lapar di Negeri Adil Makmur, lahir di kota kecil yang sering dibanggakan sebagai lumbung padi Indonesia. Semoga Nova dan rekan senasibnya tak sekadar jadi obyek proyek belas kasih dunia bernama Millenium Development Goals…

Peristiwa 2:34 pm

Potret jaman, ketika ketika banyak orang ingin menyebut diri sebagai tokoh, dewa penyelamat kaum marjinal

Peristiwa 2:32 pm

30 November 2004. Tanggal bersejarah bagi penumpang Lion Air nomor penerbangan JT-538, yang hingga kini masih menunggu datangnya dewi keadilan

Arsitektur 2:30 pm

Astana Giribangun, makam keluarga mantan presiden Soeharto. Terletak tak jauh dari makam Pangeran Sambernyawa, pendiri Pura Mangkunegaran, Surakarta.

Arsitektur 2:28 pm

Bangunan indah, kokoh dan megah, namun tetap akrab dengan kehidupan spiritual pedagang Pasar Johar, Semarang

Arsitektur 2:26 pm

Bangunan bersejarah yang kian merana akibat konflik keluarga

Arsitektur 2:25 pm

Masjid Agung Jawa Tengah, gedung megah nan mewah. Pembangunan watak dan mental bangsa yang sebagian penduduknya masih akrab dengan praktik korupsi

Arsitektur 2:22 pm

Masjid Agung Demak, akhir 2005

Kehidupan 2:20 pm

Seorang nenek harus melakukan antri untuk memperoleh santunan dari negara. Sebuah perjuangan panjang untuk memperoleh ‘daya hidup’ yang hanya Rp 100 ribu per bulan. Semoga, beliau masih sanggup menjadi pemain sandiwara bernama proyek belas kasih penguasa kepada si miskin, pada tahap pencairan keempatnya.

Kehidupan 2:15 pm

Bekal Meja untuk Sekolah…..

Jauh dari kota tak lantas menyurutkan niat warga Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, dalam urusan menuntut ilmu. Hampir seluruh penduduk di pelosok desa –tak jauh dari genangan Waduk Kedungombo, itu memiliki tingkat pendidikan memadai. Setidaknya, orang-orang di sana malu bila ada anggota keluarga yang tak tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

Spirit agama –yang mewajibkan setiap manusia menuntut ilmu, rupanya menjadi faktor penentu keberhasilan pendidikan di desa itu, sehinggaseluruh warganya bebas buta huruf. Orang boleh saja sinis dengan menyebut penduduk wilayah Boyolali, Jawa Tengah itu primordial –lantaran menempuh jenjang pendidikan dasar dan menengah di Madrasah Ibtidaiyah (MI, setingkat SD) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs, setingkat SLTP) milik Nahdlatul Ulama di desa. Atau mengaitkan dengan kenyataan tak ‘lakunya’ dua sekolah dasar negeri yang ada di sana, sehingga nyaris gulung tikar lantaran kekurangan murid.

Ironis memang. Bangunan MI “Ma’arif” yang didirikan pada 1969 itu kian rapuh mengikuti usia. Ketiadaan dana, baik yang berasal dari Nahdlatul Ulama sebagai induk organisasinya maupun Departemen Agama yang membawahkannya, membuat gedungnya nyaris runtuh. Beberapa ruangan, bahkan harus disekat dengan papan untuk menampung 140 siswa-siswi dari Kelas I hingga Kelas VI. Untung, keceriaan selalu mewarnai kelas-kelas kumuh mereka, kendati sebagian mesti belajar di masjid, membawa meja sendiri pula………..

Sosok 2:13 pm

Butet Kartaredjasa, seorang manusia multiprofesi. Selain dikenal sebagai teaterawan, ia adalah seorang manajer kesenian yang handal, pengusaha percetakan dan piawai dalam bidang periklanan. Ia juga kolektor rokok, terutama merek-merek asing yang keseluruhan desainnya menjiplak produk-produk branded

Sosok 2:08 pm

Sardono Waluyo Kusumo, maestro tari sekaligus koreografer bergelar profesor yang kini menjabat rektor Institut Kesenian Jakarta (IKJ)

Sastra 2:05 pm

Penyair Rendra sedang membacakan sajak Orang-orang Rangsabitung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta, 10 Maret 2004

Sastra 2:03 pm

Pertunjukan wayang kondom bertajuk Minggatnya Cebolang yang dimainkan oleh Slamet Gundono di Teater Arena Taman Budaya Surakarta, 21 April 2005. Pertunjukan ini merupakan karya kolaborasi Gundono dengan Elizabeth Inandiak, penyair Perancis yang kini menetap di Yogyakarta. Minggatnya Cebolang merupakan episode kedua dari empat judul saduran bebas Inandiak atas Serat Centhini.

Teater 1:56 pm

Muhamad Sunjaya alias Kang Yoyon
memerankan sosok Syaikh Siti Jenar yang
dipertunjukkan oleh kelompok teater Actors Unlimited
di Gedung Kesenian Dewi Asri, kompleks STSI Bandung.
Bandung, 25-28 Agustus 2005

Teater 1:53 pm

Jarot Budidarsono menyajikan monolog di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki Jakarta, 15 Mei 2004

Teater 1:50 pm

Pertunjukan teater boneka karya Nonot di Sono Seni, Surakarta.
Solo, 19 Pebruari 2005

Teater 1:48 pm

Pertunjukan teater boneka karya Nonot di Sono Seni, Surakarta.
Solo, 19 Pebruari 2005

Teater 1:46 pm

Sebuah monolog Rita Matumona di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki
Jakarta, 14 Mei 2004

Tari 1:25 pm

Beyond Silence, Ku Min-Sen (Taiwan)
Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta
15 Juli 2004

KehidupanJanuary 27, 2006 10:28 am

Subuh yang menyiratkan amarah (Banjarnegara, Jan 5, 2006)