
Dieng
Kerbau Bule adalah sebutan untuk kerbau berwarna albino koleksi Kraton Surakarta Hadiningrat. Sebagian masyarakat menganggapnya sebagai hewan keramat, sehingga memperlakukan kerbau-kerbau itu melebihi manusia. Pada malam 1 Syura (1 Suro) dalam penanggalan Islam, kerbau dan sejumlah pusaka koleksi kerajaan diarak mengelilingi kompleks kraton.

Sebagian masyarakat, bahkan rela berebut kotoran (tinja) yang dibuang soleh sang kerbau karena dianggap bertuah. Kotoran itu, konon, bisa dijadikan obat bagi penderita sakit, bahkan dianggap bisa mendatangkah berkah penglarisan bagi para pedagang tradisional. Karena dikeramatkan pula, kerajaan mengangkat abdi dalem yang khusus menangani si kerbau. Tentu, menjadi pawang kerbau keramat juga menimbulkan kebanggan tersendiri bagi abdi dalem. Tak aneh, seorang abdi dalem rela menciumi si kerbau.
Kehadiran stoomwals di pedesaan menjadi pusat perhatian anak-anak. Kendati menjadikan alat pengeras jalan itu sebagai obyek bermain, kehadiran ’sarana perubahan’ itu juga bisa memicu semangat belajar anak-anak, setidaknya bisa menerbitkan cita-cita untuk menjadi tukang insinyur!
Para buruh sedang melinting rokok kretek di sebuah perusahaan rokok di Sragen, Jawa Tengah. Gencarnya penetrasi pasar rokok putih dan kretek ringan (mild) di pasar domestik dan kuatnya pengaruh kampanye antirokok yang dimotori Badan Kesehatan Perserikatan Bangsa-bangsa (WHO) telah mengakibatkan bangkrutnya ratusan industri rokok kretek menengah dan kecil.
Kudus yang dikenal dengan sebutan Kota Kretek termasuk salah satu kawasan industri rokok kretek di Indonesia yang terkena getah kampanye rokok putih. Hingga 2001, hanya tinggal 40-an pabrik rokok berskala kecil, menengah dan besar yang mampu bertahan. Pada kurun 1980-an, sedikitnya 148 pabrik rokok masih kokoh berdiri. Penyusutan jumlah pabrik itu menyumbang peningkatan jumlah penganggur hingga sedikitnya 25 ribu orang.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa umatnya dan memuliakan mereka di surga-Nya.
Banjarnegara, 5 Januari 2006

Sebuah tangki bahan bakar menjadi saksi bisu yang memperparah kelangkaan bahan bakar minyak di berbagai kota di Indonesia. Cepu, pada akhir 2005