
Tarian klasik Pura Mangkunegaran, Surakarta, yang bertutur tentang konflik antar-perempuan karena berebut pengaruh asmara dengan bangsawan kerajaan. Di satu pihak adalah simbol perempuan lokal sebangsa dengan si bangsawan, satu pihak lagi mewakili sosok perempuan pendatang, yang diwujudkan dengan sosok-sosok keturunan China.


wah….kaget aku DUL….suwe pisan ora ketemu….ketemu pisan ora suwe….ning ngendi saiki blegermu???
Comment by thole — January 26, 2008 @ 5:47 am