
Teater Ruang, Solo mempertunjukkan lakon Dudak alias Dunia Dalam Kardus di Taman Budaya Surakarta, pertengahan Desember 2005. Menurut penulis naskah sekaligus sutradara pertunjukan itu, Joko ‘Bibit’ Santosa, Dudak diilhami oleh pleidoi Soekarno yang dikenal dengan buku ’supertebalnya’ (?), Indonesia Menggugat. Naskah saduran itu sesungguhnya menarik dan relevan dengan situasi penindasan sosial-ekonomi-politik yang terjadi di Indonesia kini.
Sayang, kelompok ini gagal mengkomunikasikan gagasan itu. Seandainya eksplorasi artistiknya matang, kardus-kardus yang dijadikan properti utama itu akan menguatkan visualisasi simbol penjajahan ekonomi. Penonton pun, akan menjadi dimudahkan mengikuti alur cerita yang disajikan dalam dialog-dialognya yang sangat panjang dan cenderung menyesatkan.

ah..apa kabar kawan.au masih ingat aku?
matdon-bandung
Comment by matdon — September 26, 2007 @ 7:14 am
Mas…bisa minta naskah drama nya ng’………
Comment by Indrahadi — April 3, 2008 @ 11:15 am
Mas,bisa minta tolong buatkan naskah tentang dunia pendidikan..soalnya insyaallah teater kami mau nampil tanggal 2 mei 2008 nanti…kirim z ke alamat ini “www.eta_dendelionclasic@yahoo.co.id”
Comment by thata — April 9, 2008 @ 6:59 am