Rancangan Undang-undang tentang Antipornografi dan Pornoaksi memang bikin gerah. Semua politisi, seperti sedang bermain-main. Mereka membuat keruh suasana lantas nantinya akan pada tampil seperti pahlawan.

Didik Nini Thowok bersama 500-an penari Tayub sedang berpawai menolak RUU Antipornografi
Yang putih, yang merah, kuning dan apapun warnanya menjadi tak usah repot-repot mengail di air keruh. Ikan sudah menggelepar, tinggal ditangkapi pakai tangan kosong, atau bahkan pakai saringan kelapa supaya dapat banyak. Yang hijau (karena merasa putih), bisa bereksperimen tentang gagasan penerapan syariat Islam, sehingga pada pemilu mendatang bisa mendulang suara.

Puluhan seniman dari berbagai cabang kesenian mempertunjukkan ekspresi berkesenian mereka
Yang abangan begitu pula. Mereka bisa saja ikut-kutan mendorongnya, sehingga muncul antipati terhadap gagasan-gagasan sektarian dari Si Putih. Akibatnya, mereka tinggal berharap, siapa tahu pada pemilu nanti, mereka yang kurang sreg dengan penerapan syariat Islam bisa berbondong-bondong memenuhi kotak-kotak pemungutan suara. Politisi, memang selamanya susah dipercaya!

Pernyataan Komunitas Bebas Berekspresi menyerukan pembubaran Pansus RUU Antipornografi & Pornoaksi dan meminta dana pembahasan dialihkan untuk menanggulangi kemiskinan dan bencana alam

saya SANGAT setuju. ruu app itu sebenernya ngapain se? ga jelas bgt. saya pernah tulis komentar di website yg mendukung ruu ap,”apa yg dianggap pornografi bisa jadi form of art.. yg melihat aja yg ga wawasannya ga luas.” trus ya, masa ada yg kasi komen,”lukisan wanita telanjang ato berpakaian terbuka sama saja dg pornografi.”
lah kalo begitu berarti dia nya yg ga ngerti seni kan? emangnya seniman2 jama dulu kayak michaelangelo, dll itu maniak seks? tolong yah, jangan sampai mengorbankan seni dan budaya demi dianggap suci..
aduh maap2, rada kasar ya? soalnya saya bener2 kesel. kalo sampe tuh RUU disahkan, gmn kebudayaan bangsa kita?? gimana dunia fashion indonesia? gimana dengan dunia visual art indonesia? dunia perfilman??
Comment by cultureactivist — May 14, 2006 @ 3:50 pm