Dear friends…
To the point saja, aku sedang jualan kaos (lihat foto di bawah ini). Ya, itung-itung merealisasikan cita-cita menjadi pedagang, walau masih berskala kecil-kecilan. Cuma, mohon maaf kalau hasrat berdagangku terkesan memanipulasi, eh… memanfaatkan moment pro-kontra RUU Anti-Pornografi yang sableng dan tak masuk akal itu (walau dalam hati kecilku sebenarnya masih curiga, jangan-jangan pemunculan RUU itu sesungguhnya merupakan agenda tersembunyi, yang sesungguhnya ‘hanya’ untuk melihat seberapa besar kelompok militan Islam di Indonesia kontemporer! Tahu kan, siapa yang jagoan begituan?)

Kembali ke soal dagangan, percayalah. Kaosnya bagus, berbahan katun (dijamin bukan transgenik). Desain? Silakan lihat sendiri… Aku sih kuatir saja, andai RUU Anti-Pornografi itu disahkan, situs bersejarah seperti Candu Sukuh yang dibuat para ‘perupa’ jaman baheula (eh, sekitar abad XIV) akan dihancurin oleh oknum anggota laskar militan. Sebab, selain dianggap porno, bisa saja mereka berkilah sebagai upaya mencegah tindakan musyrik sebab menyembah berhala.
Nah, sekarang sampai pada inti masalahnya: kalau ingin memiliki kaos itu, silakan pesan lewat email. Harga dipatok Rp 50 ribu per buah ditambah ongkos kirim. Untuk kota-kota seperti Jakarta plus (Jabodetabek) dan Bandung tarifnya Rp 15 ribu, Yogyakarta, Semarang dan Surabaya ongkosnya Rp 10 ribu. Semua pengiriman akan menggunakan jasa paket kilat TIKI.
Buruan kalau mau beli! Pesanan ditutup pada Rabu, 29 Maret 2006 dan pengiriman akan dimulai dua hari kemudian. Sekadar promosi dagang, Mas Garin Nugroho sudah memesan 20 buah, lho! (mungkin mau dipakai seragam demo Anti-RUU APP Hehehehe…………..)
Jangan lupa, setiap pemesanan silakan menyertakan pilihan warna dan ukuran (dari anak usia 3 tahun sampai yang supertambun tetap dilayani, kok). Sekali lagi, jangan lupa memberitahukan alamat pengiriman dan nomor kontaknya.

lha gimana caranya pesen? transfer kepada siapa di rekening bank apa, atau harus masuk ke los anu di klewer, ketemu bu prastowo atau bu pardi?
Comment by kere kemplu — March 26, 2006 @ 5:29 pm
Asem, telat. Mbok batas pemesanan diundur mas Poer…
Comment by biyan — April 3, 2006 @ 6:39 am
Waduh, Blontank Poer jualan kaos, nih. Asik juga, ya? hahaha…
Comment by fx rudy gunawan — April 11, 2006 @ 5:02 pm
nek ngirim ning London iso ra? terus, nek aku menggalang massa (pembeli) soko kene entuk komisi pirang persen? hehehe…
Comment by Tika — April 12, 2006 @ 10:29 am
aku wis mlaku-mlaku neng blogmu, bung.
Comment by a.s. laksana — April 14, 2006 @ 2:39 pm
Ana gak, kaos sing luwih ueleek desaine huaha.ha.
(Elek yo ben. Sing penting payu akeh, wong-wong padha seneng. Padune kowe wis ora produksi kaos maneh, wae…. Wekkkk!!!)
Comment by thoriq — April 21, 2006 @ 2:35 pm
Ki Blonthank itu juragan kaos ya? Mau nyaingi C-59 dan Dagadu. Ato mau bikin distro sendiri?
blonty: distro? mimpi kali ye……?!? mendingan jadi kuli beginian aja, deh
Comment by Ki Anonim Suroto — February 21, 2007 @ 6:51 am