20 April 2006 adalah hari membahagiakan bagi seorang sahabat. Pada Kamis siang itu, ia resmi menikahi perempuan pujaannya, setelah dua tahun berpacaran dan separuh waktunya dihabiskan untuk menyetarakan frekwensi religiusitasnya. Keduanya sama-sama berproses. Yang lelaki, mencoba mengerti dan mengikuti spirit Kristiani pada kekasihnya, sebaliknya sang perempuan juga berusaha mengerti keyakinan pasangannya.
Singkat kata, keduanya menikah secara Islam, setelah beberapa pekan sebelumnya sang perempuan mengikrarkan diri menjadi muslimah. Selesai. Tak ada gejolak dalam keluarga sang perempuan. Kedua orangtua dan adiknya tetap seorang Kritiani yang taat, namun menerima paham Islam dalam keluarga mereka.
Tak ada yang aneh memang. Memilih Islam adalah pilihan. Tak ada paksaan dari calon suami. Bukan pula terpengaruh ‘intimidasi’ laskar-laskar Islam yang akhir-akhir ini cenderung ofensif menyerang pemeluk agama lain, termasuk mengharamkan pernikahan beda agama. Saya tahu betul, sahabat saya itu seorang apolitis, bukan pula penganut Kejawen. Kalaupun ada yang ‘mengalah’ dalam proses ‘penyatuan’ mereka, semata-mata dilandasi kerelaan demi perjuangan besar mereka: membentuk keluarga baru dengan tujuan dan harapan baru.
Dalam kebanyakan keluarga Jawa, mudah kita jumpai adanya perbedaan keyakinan dalam sebuah keluarga. Bukan hanya terdiri pemeluk Islam dan Kristen, tak jarang ada pula pemeluk Buddha di dalamnya. Meski harus diakui, jejak Jawanisasi Islam yang diwariskan para wali masih berpengaruh kuat, yang salah satu ‘ekses’-nya adalah muncul kesan seolah-olah ada dominasi Islam dalam keluarga demikian. Seperti terjadi pada setiap perayan Idu Fitri, yang Kristen dan Buddha pun mengunjungi keluarga muslim untuk bersilaturahmi. Ucapan selamat Natal, pun akan dilontarkan yang muslim pada setiap menjelang pergantian tahun.
Seperti terjadi saat mengantar sahabat yang hendak menikah itu, tanpa sadar terlihat adanya salib dan kaligrafi tergantung pada spion dalam mobil mempelai. Rupanya, dalam keluarga besar sahabat saya itu pun terdapat ‘populasi seimbang’, antara yang muslim dan Kristiani berjumlah sama empat-empat. Tak ada percekcokan, tak ada permusuhan.
Berpijak pada beberapa potret demikian, rasanya sulit menerima adanya permusuhan berdarah-darah seperti terjadi di Ambon, Poso dan beberapa daerah lain. Kebanyakan pemeluk Islam dan Kristen di Indonesia bukanlah kelompok masyarakat yang mengagungkan Perang Salib sepanjang masa, sehingga selalu menegakkan pedang untuk kemudian diayunkan demi ‘membela’ agama.
Saya yakin, wajah Islam yang sesungguhnya tidak sedemikan buruk karena brutalisme sebagian kecil kaum muslim (juga Kristen) di Indonesia lebih merupakan korban politisasi agama, entah oleh siapa. Kalau saja umat Islam Indonesia –yang mayoritas itu, mau meniru teladan Nabi Muhammad SAW seperti terlihat pada Piagam Madinah, mustahil konflik antarpemeluk agama bisa terjadi, apalagi sampai berkepanjangan.

Wah, mak nyess mbacanya. Adem. Bukankah memang datangnya agama untuk menciptakan perdamaian & kedamaian to mas?
Comment by biyan — May 12, 2006 @ 6:29 am
Untuk Mas Blontypix, saya cuma ingin memberitahukan bahwa lain kali sebaiknya menulis kata Buddha (dengan dua ‘d’), bukan Budha (dengan satu ‘d’) karena yang terakhir ini salah.
(Terima kasih, Bung Chuang. Kesalahan sudah saya perbaiki)
Comment by Chuang — May 13, 2006 @ 1:39 pm
saya bukan muslim. tapi sejauh saya pahami, islam adalah pembawa rahmat dan damai.
kalau ada perbincangan tentang kelompok islam yang berbeda dari kelompok islam lainnya, saya nggak mempertanyakan atau mengingatkan “islam yang mana?”
paling saya hanya nyentil, “nanti dulu to. pemuka islam atau kelompok islam mana yang anda mangsud?”
nabi muhammad melindungi minoritas. imam khomeini, yang oleh pers barat digambarkan bengis, juga memfatwakan perlindungan terhadap minoritas.
Comment by kere kemplu — May 14, 2006 @ 11:59 pm
Poligami atas nama Alloh dan nafsu, membuat para kyai, ulama dan tokoh muslim lainnya menjadi cabul. Padahal jelas sekali poligami merendahkan derajat wanita. Membunuh juga atas nama agama. Kekerasan atas nama agama. Kenapa menjadi begini?
Waktu jaman Majapahit, orang Jawa (Gajah Mada, dll) membuat nusantara makmur dan jaya. Orang jawa berkebudayaan tinggi, kreatif dan toleran.
Setelah Islam masuk di Jawa, negara kita hancur korban dari penajahan Belanda, Jepang, dsb. Korban dari korupsi, kekerasan/teror, malapetaka. Dan korban dari imperialisme Arab (Indonesia adalah negara pemasok jemaah haji yang terbesar di dunia). Bangsa Arab ini memang hebat sekali karena telah berhasil menemukan cara untuk memasukkan devisa untuk mereka sendiri. Sedangkan situasi ekonomi negara kita dalam keadaan yang sangat parah. Imperialisme Arab ini memang sangat kejam. Turun-temurun sampai anak-cucu, tidak tahu sampai kapan, nusantara diharuskan membayar “pajak” kepada Imperialisme Arab ini dengan alasan: kewajiban menjalankan rukun Islam.
Padahal, sebelum Islam (agama impor) masuk ke Jawa, orang Jawa sudah memiliki agama universal yaitu agama Kejawen.
Bagaimana caranya supaya orang Jawa kembali bisa memakmurkan negara kita yang tercinta ini?
Comment by Saleh Aziz — June 12, 2007 @ 7:22 am
KRISIS BESAR MELANDA NEGARA IRAN
Iran adalah salah satu negara terkaya di dunia dilihat dari tambang minyak.
Tapi sejak para mollah memerintah di negara ini dengan sistim agama yang mencampuri setiap segi kehidupan orang Iran, maka sekarang negara persia ini mengalami krisis besar. Kehidudapan di Iran saat ini sangat susah. Jauh lebih susah dari pada kehidupan waktu di Rusia komunis (USSR). Anak-anak muda sekarang berontak. Jangan-jangan negara ini menjadi seperti Afganistan.
Gara-gara agama, suatu negara bisa hancur.
Sayang sekali!
Comment by Zorion Annas — July 20, 2007 @ 10:49 am
Ada yang bertanya: Apakah Islam agama teroris?
Jawaban saya adalah: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.
Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.
Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10 atau 25? Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense dan absurde seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak, maka orang muslim hanya menurutinya saja secara taken for granted.
Banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Jadi umat muslim terjebak.
Comment by B Ali — July 21, 2007 @ 12:27 pm
saya senang sekali membaca tema blog ini!!tapi saya sangat kecewa dengan komment bapak-bapak no4,5,6..i wonder if they are JARINGAN ISLAM LIBERAL..semoga Allah memberikan rahmatNya bagi mereka.
Comment by anak baru — December 19, 2007 @ 2:45 pm
Assalaamu’alaikum.
@ anak baru,
Saya juga sangat setuju dengan poligami.
Saya mempunyai seorang teman yang sudah mempunyai seorang istri + 2 anak. Dia mau tidur seranjang dengan gadis yang berumur 9 tahun. Gadis ini adalah anak dari seorang teman akrabnya. Teman saya ini mau mencontohi Nabi Muhammad SAW.
Teman saya ini mengetahui bahwa gadis tsb bukan milik ayahnya, melainkan milik Alloh.
Pertanyaan saya: Berhakkah si Ayah menolak permintaan teman saya ini? Apakah si ayah akan masuk neraka karena menolak ajaran Rasulullah?
Terima kasih atas pertolongannya untuk menjawab pertanyaan ini.
Wassalam
Comment by Solihin — January 10, 2008 @ 12:11 pm
Assalaamu’alaikum.
Saya menemukan posting yang sangat menarik tentang: Doktrin-Doktrin Yang Kurang Perlu dalam Islam. Ini link-nya: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1312
Selamat membaca dan terima kasih,
Wassalam
Comment by Ramli Rais — January 11, 2008 @ 6:41 pm
Mengucapkan “Selamat Natal” kepada umat nasrani adalah haram.
Adapun hal-hal lainnya yang haram bagi umat muslim adalah:
• makan mie instant => karena temuan oran Cina
• memakai pakaian tekstil => karena ditemukan oleh Kristiani
• makan nasi => karena berasal dari Cina
• memakai kendaraan bermotor => karena temuan bangsa Kristiani
• mengikuti ajaran Wali Songo => karena semuanya orang Cina
• menggunakan listrik => karena temuan bangsa Kristiani
• menggunakan komputer => karena temuan bangsa Kristiani
• menggunakan internet => karena temuan bangsa Kristiani
• kiblat mengarah ke Mekah => karena itu penyembahan berhala
• naik haji => karena itu penyembahan berhala
• menganggap buku al-qur’an suci => karena itu penyembahan berhala
• mengelilingi ka’bah 7 kali => karena itu penyembahan berhala
• sholat 5 kali sehari => karena ini penyembahan berhala
• mempercayai surga, neraka & akhirat => semuanya ini adalah berhala
Bagaimana dengan saudara-saudara kita umat muslim yang membela Islam dengan merusak tempat-tempat ibadah umat lain, tapi mereka memakai pakaian tekstil dan mengendarai kendaraan bermotor? Sedangkan tekstil dan kendaraan bermotor adalah temuan dan teknologi bangsa Nasrani.
Bagaimana dengan saudara-saudara kita umat muslim yang membela Islam dengan meledakkan bom untuk membunuh umat lain? Sedangkan bom itu adalah temuan orang Yahudi.
Comment by Zulfiki Bin Taha — March 31, 2008 @ 11:45 am
Memang satu-satunya agama yang dibela oleh pemerintah adalah agama Islam.
Sikap pemerintah seperti ini sangat berbahaya.
Resikonya adalah:
Bagi umat Islam yang anti pemerintah, hal ini adalah peluang yang sangat bagus untuk menentang pemerintah. Umat muslim tidak usah menunggu pemilihan umum untuk menentang pemerintah yang sekarang.
Kalau umat muslim mau menentang pemerintah yang sekarang, cukup dengan meinggalkan agama Islam untuk memeluk agama lain selain Islam. Meninggalkan agama Islam berarti anti pemerintah yang sekarang. Reaksi ini lebih ampuh dari pada menyoblos di pemilu. Hasil penghitungan suara di pemilihan umum bisa direkayasa dan dicurangi. Tetapi meninggalkan agama Islam ke agama lain adalah reaksi yang tidak bisa dikontrol oleh pemerintah. Dan pemerintah nanti hanya bisa gigit jari.
Inilah resiko yang dihadapi oleh pemerintah yang kerjanya hanya membela agama Islam.
Comment by Zulfiki Bin Taha — April 7, 2008 @ 11:02 am
Organisasi-organisasi muslim yang bringas didukung oleh oknum-oknum kepolisian & aparat keamanan pemerintah.
Sudah sering terjadi pengerusakan rumah-rumah ibadah umat lain, sweeping, fatwa-fatwa dan kekerasan lainnya yang dilakukan oleh organisasi muslim terhadap umat agama lain. Sedangkan sebagian dari para preman ini adalah anggota polisi dan aparat keamanan lainnya yang berpakaian sipil. Pemerintah juga bersikap seolah-oleh memberi semangat kepada preman-preman ini sehingga mereka merasa berada di atas hukum apapun yang berlaku di negara Indonesia.
Juga anggota polisi pada umumnya hanya menonton para preman yang melakukan pengerusakan & sweeping. Anggota polisi malah melindungi oknum-oknum yang berkelakuan bringas itu.
Sedangkan polisi dan aparat keamanan pemerintah seharusnya melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, suku, dsb.
Kita yakin bahwa ada umat muslim yang tidak mentolerir dan tidak setuju dengan kelakuan polisi dan aparat keamanan yang secara terang-terangan memihak kepada golongan mayoritas.
Tetapi, pemerintah tidak menyadari bahwa walaupun polisi dan aparat keamanan mempunyai senjada api, rakyat jelata (masyarakat muslim yang kurang simpati terhadap polisi) mumpunyai senjata yang jauh lebih ampuh dari pada senjadi api. Sejata yang ampuh ini adalah agama.
Masyarakat muslim yang tidak simpati terhadap tindakan polisi yang memihak ini bisa mengeluarkan reaksi yaitu mereka bisa meninggalkan agama Islam. Mereka bisa mengalih ke agama lain. Kalau hal ini terjadi/sedang terjadi, maka senjadi api polisi itu tidak ada artinya.
Comment by Khairun Abubaker — April 9, 2008 @ 10:16 am
MUSUH ISLAM ADALAH ALQUR’AN
Kita mengetahui bahwa tujuan memaluk suatu agama (agama apapun) adalah untuk membuat umatnya menjadi teguh batiniah. Kuat tak tergoncangkan.
Sedangkan Alqur’an merupakan musuh yang paling berbahaya terhadap agama Islam. Alqur’an membelenggu umat muslim supaya menjadi lemah, mudah diadu-domba dan mudah dihasut.
Buktinya, umat muslim saat ini sangat lemah. Melihat kartoon Nabi Muhammad saja sudah bingung kesurupan. Melihat kepercayaan-kepercayaan lain juga umat muslim menjadi sakit. Umat muslim mudah diadu-domba sehingga mengeluarkan fatwa-fatwa bringas, merusak tempat-tempat ibadah umat yang beragama lain, sweeping, dan melakukan kekerasan-kekerasan ala jaman kegelapan.
Semuanya itu adalah hasil dari penghayatan Alqur’an. Alqur’an sedang melemahkan dan merusak jiwa dan prilaku umat muslim.
Jadi musuh utama bagi Islam adalah Alqur’an.
Comment by Khaled Elkasi — April 24, 2008 @ 9:39 am
sudah saatnya kta sbagai umat bragama bervikiran luas & moderat tanpa mengurangi aspek religi agama yg kita anut. tak ada yg lebih indah hidup di dunia ini tanpa hidup berdampingan. mari kita bersama2 antar umat beragama sling menjaga toleransi dlm beragama agar tercipta kondisi& iklim yg baik sehinga kita dapat memacukan pola pikir generasi muda se usia saya,untuk memajukan bangsa dan negara tanpa ada perpecahan diskriminasi,konflic,teror. mari bersama2 kita jalankan kepercayaan kita masing2 dengan aman ,tenram ,dan tengangrasa antar umat beragama ,jika hal itu dpat kita lakukan maka tingkat kesejahteraan saudara2 kita di negara ini akan baik & inysa ALLAH hal itu dapat menjauhkan kita dari dari konflic yg tidak seharusnya & yg tidak seharusnya terjadi.. jadi marilah kita hidup saling berdampingan tanpa membedakan agama ,warna kulit, keturunan,dan sosial kita . inysa ALLAH takkan lama lg kita dapat melihat burung garuda negara kita terbang sejajar degan elangnya america dan jerman …(amin), slam sejah tera untuk kita semua… (oby_doank)
Comment by Oby_doank — May 22, 2008 @ 4:44 am
Laknat allah buat kalian semua. Yg telah dirasuki iblis nasrani.Mulut
Comment by All nasrani kafir — May 25, 2008 @ 7:45 am
LAGI-LAGI OKNUM POLRI YANG DI FPI MELAKUKAN KEBRINGASAN
Wah ! Lagi terjadi kekerasan a la jaman kegelapan.
Seharusnya bukan FPI yang dilarang di Indonesia, malah Islam seharusnya dilarang di Nusantara karena idiologi ini hanya menyulut kebencian dan membuat keonaran, kerusuhan, anarki yang membuat masyarakat Indonesia resah.
Comment by Rustan Zali — June 3, 2008 @ 7:25 am
hai kalian kafir2 nasrani…,insyaflah!!!!!,mata hati kalian sdh tertutup……,ht kalian sbenarnya tau islam adalah agama yg maha sempurna dan jalan menuju sorga…,tp ht kalian mendustanya. knp……????????…………ngga tau…..,banyak makan babi ma ngga sunat kalee yeee…….wakakakakakakakakakak….cuihhh….!!!
Comment by tugel kontole — July 23, 2008 @ 8:31 am
sumpah gw tuh gedek banget ma nih kafir2 setan………….,udah seminguu nih gw buka2 web kaum setan isinya mendeskriditkan islam aja…. tdnya gw biasa aja,tp lama2 klamaan panas jg bung….,pa lg beta ney pnh jihad di ambon sana. beta tau gmn sadisnya setan2 ini memperlakukan umat islam. but is okey koq……….,yg penting hasil akhirnya kt menang di ambon bung!!!!!acang berkuasa disana jo….,obet!!!!!kelaut aja lu sana mancing!!!!!. btw mo lu apa sih setan??????????,udahlah bung lu trima aja di indonesia dideskriminasikan,lgan wajar koq yg namanya minor tuh selalu di tekan…..,nikmatin ajalah!!!!!,lgan kaum lu tuh menurut gw lbh rendah dr doggy…,ehh dog maksudnye!!!!! ngarti kaga luh setan!!!!!, satu lg……,kpn yah jesus tuh cukur rambut!!!!kadang gw mo ngirim surat ma paus ttg itu….,gw mo liat jesus tuh sekali2 tampil beda dunk….,dah empet ngeliatnya………,di cepak keq,bonding keq.
Comment by tugel kontole — July 23, 2008 @ 8:41 am
bapakku islam
ibuku kristen
sekarang usiaku 20 th
menurut ajaran islam yang ku pelajari sejak
kls1 SD - 3 SMA….
menikah dengan org beda agama hukumnya ZINA….
sedangkan dari Alkitab (INJIL) yang saya baca
menikah dengan beda agama itu sama halnya dengan
murtad dan meninggalkan ALLAH (ejaan latin)
dan hasilnya….
bapak tidak pernah sholat krn merasa tidak pantas dimata TUHANnya
sedang ibu diintimidasi bapak
sehingga tidak bisa dan tidak berani ke gereja…
so,…..
gmn menurut anda???????
Comment by cahyo — August 4, 2008 @ 12:07 pm