Sukses membuat saya tuman alias ketagihan. Bagaimana tidak? Gagasan kampanye anti-RUU Pornografi yang saya wujudkan lewat (produksi) kaos diterima banyak orang (baca: banyak pembeli), kini saya kembali menghadirkan kaos baru. Desainnya sangat sederhana, meski kemungkinan sebagian dari Anda akan menyebutnya norak. Tak apa, namanya juga usaha…..
Terlepas dari alasan obyektif atau subyektif para pelaku poligami, saya juga punya sikap sendiri: poligami itu merugikan kaum perempuan (serta anak-anaknya maupun keluarganya)! Silakan yang pro akan berkilah sanggup berbuat adil terhadap istri-istrinya atau mengaku mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW. Sementara, saya lebih mengacu pada teladan nabi yang tidak membolehkan putrinya dimadu (meski) oleh sahabatnya sendiri. Dari sikap Rasulullah itu saya yakin beliau masih meragukan kaumnya akan sanggup berbuat seadil beliau, betapapun alim mereka. Rakus, penuh nafsu adalah beberapa sifat dasar manusia. Karena itu ada kewajiban berpuasa bagi setiap muslim supaya dijadikan sarana untuk melatih kesabaran dan mengendalikan hawa nafsu.
Kalau mau konsisten pada nilai-nilai kesetaraan dan keadilan, sudah semestinya perempuan juga berhak memiliki suami lebih dari satu. Apalagi, kini ilmu pengetahuan sudah berkembang cukup maju. Bila dulu perempuan tak boleh memiliki suami lebih dari satu karena alasan kesulitan menentukan benih siapa yang menjadikan janin di rahimnya, toh kini sudah ada tes DNA (deoxyribonucleic acid) sebagai sarana untuk mengetahui runutan genetis. Tentu saja, hal ini patut diwacanakan.
Nah, teman-teman, itu sekilas gagasan kenapa saya kembali memproduksi kaos anti-poligami ini. Berbeda dengan yang dulu, kali ini saya hanya akan menawarkan tiga warna: merah, hitam dan biru. Kalau Anda berminat, silakan kirim email atau mencatatkan pesanan Anda, lengkap dengan pilihan ukuran dan warnanya. Harga masih sama, dipatok Rp 50 ribu per buah ditambah ongkos kirim (untuk pesanan lima kaos, gratis ongkos kirim untuk wilayah Pulau Jawa). Tersedia pula bagi Anda yang menginginkan lengan panjang, asal sanggup menambah biaya cetak sebesar Rp 5.000 per buah.
Ongkos kirim untuk kota-kota seperti Jakarta plus (Jabodetabek) dan Bandung tarifnya Rp 15 ribu, sedang Yogyakarta, Semarang dan Surabaya ongkosnya dipatok Rp 10 ribu. Semua pengiriman akan menggunakan jasa paket kilat TIKI.
Silakan tinggalkan pesan atau kirim email pribadi dengan mencantumkan nomor telepon seluler untuk pemberitahuan teknis transfer pembayaran. Untuk sementara, pemesanan periode pertama akan ditutup pada tanggal 8 Januari 2007 dan kaos akan dikirimkan mulai tanggal 10 Januari. Periode pemesanan akan dibuka sepanjang masih ada yang berminat.
===========================================================================
Pengumuman:
Berhubung masih terdapat beberapa teman yang masih menginginkan kaos PORNOGRAFI, maka saya kembali akan mencetak ulang kaos tersebut. Silakan pesan kalau Anda menginginkan (barangkali) dulu belum kesampaian
===========================================================================


tahun baru berpoligami. oke juga tuh.
Comment by bangsari — January 2, 2007 @ 3:56 am
zaenal ma’arif apa sudah ditawari beli (calon) kaos ini…?
blonty: gak enak, Dho… wis dihajar karo Burzah, mosok aku melu ngece dheweke….. gak enak sama Si A Si B. sorry, wingi saat di surabaya gak sempat kontak maneh. hikmahe, aku kudu balik cepet karena ternyata bapakku gerah. suwun banget panduane selama di kota buaya
Comment by dhodho — January 2, 2007 @ 4:38 am
Hehehehehe, tahun poligami
Comment by Herman Saksono — January 2, 2007 @ 9:51 am
ada saalh keitk™. harusnya: portrait of libido gap and men’s intolerance.
blonty: terima kasih masukannya. hasil diskusi dengan beberapa teman menyebut ‘kesalahan’ dimaksud bisa ditolerir, meski secara gramatikal kurang tepat
Comment by Priyadi — January 3, 2007 @ 5:36 am
Numpang lewat, jangan sekali-kali kaos ini ditawarkan ke temen-temen Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) hehehe…..kaos gak terjual malah bisa-bisa diceramahi
Comment by Wahyoe Boediwardhana — January 3, 2007 @ 8:50 am
wah saya pesen satu mas …
Comment by adi_p — January 3, 2007 @ 10:57 am
Sebagai wong solo, Anda nggak solider sama juragan kedai ayam bakar Wong Solo.
blonty :solider kok soal prinsip. bukannya itu justru bikin hidup lebih tak hidup? hehehe… menjamurnya korupsi di negeri ini juga berangkat dari kesetiakawanan sosial semacam itu, lho, Paman……..
Comment by Paman Tyo — January 8, 2007 @ 11:35 am
bagaimana jika buka kedai?
blonty: pinginnya begitu. tapi apa daya….. (blog aja pakai hosting gratisan kok malah mau ngeluarin duit buat bikin kedai?!? jangan hanya saran, dong. syukur pesan kaos atau malah ikut modalin bikin kedai :p
Comment by Mbilung — January 10, 2007 @ 3:14 am
daripada poligami mendingan polipantai, sama-sama capek, beda resikonya, eh beda enaknya juga ding, tapi repotnya juga beda…
)
Comment by jnjontor — January 11, 2007 @ 2:44 am
kenapa gak buat kaos anti PERZINAHAN…..ya,
blonty: wah, kalau yang ini terlalu banyak yang protes, mas…. galak-galak, lagee…
Comment by badrquest — January 11, 2007 @ 2:09 pm
ahh… sorry to say “tolol”….
ga’ mutu.. blasss
blonty: yo, ben. coba sampeyan bikin aja, mas balak. siapa tahu anda juga mampu. syukur lebih baek
Comment by balak6 — January 13, 2007 @ 1:01 am
masih ada kaosnya nggak ya??ada yang sisa tur gratis gitu?heheheh
Comment by angga — January 14, 2007 @ 2:50 pm
Sebaiknya juga dibuat kaos anti Perzinahan dan anti Korupsi
Comment by Saiful Adi — January 15, 2007 @ 4:29 am
POLIGAMI= Nikahi Janda beranak Yatim
Poligami dalam Islam bukanlah didasarkan pelepas syahwat tetapi sesuai dengan maksud Ayat 4/3 hanyalah untuk kestabilan hidup anak yatim dan ibunya yang janda.
Perbantuan terhadap janda beranak yatim lebih efektif jika disalurkan melalui poligami daripada melalui Baitul Maal atau jawatan yang membiayai hidup fakir miskin.
Dan sayangnya, tradisi poligami yang berlaku selama ini dalam masyarakat Islam bukan berdasarkan Ayat 4/3 tetapi poligami bebas sembarangan yang karena salah paham telah menimbulkan sikap sekuler dalam diri perempuan bahkan juga membuka jalan bagi usaha emansipasi.
Selengkapnya klik di bawah:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,11911.0.html
blonty: membaca kalimat terakhir antum (eh, ente) dalam komentar di atas, kok aku malah jadi bingung, ya? memangnya emansipasi itu diharamkan secara syar’i? mbok ditunjukkan kepada saya rujukannya? wah…wah……….
Comment by dade — January 18, 2007 @ 5:34 am
Kalau nabi melarang fatimah, putrinya dipoligami, itu karena ingin menekankan penghormatan kepada ahlulbait (keluarga keturunan nabi). Jadi poligami untuk para sahabat beliau dan umatnya tetap dibolehkan, bukan dilarang. Buktinya, jumlah istri para sahabat semasa beliau hidup ada berapa sih?
Sekali lagi, poligami dalam konteks dalil syar’i (surat Annisa) maupun contoh nabi dan para sahabat suatu kebolehan, tapi bukan anjuran apalagi perintah.
Artinya, sebagai Muslim kita boleh melakukannya, juga untuk tidak melakukannya. It’s up to me, to you…
Ini pilihan, dengan syarat-syarat tentunya.
Ngomong-ngomong, kaosnya bagus, tapi kok jadi bias gender nih. Cos, tak semua lelaki intoleran lho…
blonty: bias gender? boleh saja demikian. tergantung dari sisi mana memandangnya… dalam konteks pesan pada kaos yang saya buat, saya memang berpihak pada perempuan. saya tak antipoligami. tapi saya cuma prihatin, terlalu banyak orang berpoligami dengan alasan subyektif dibanding didorong oleh faktor-faktor obyektif. karena itu, saya menyebut lelaki demikian sebagai intolerant men
Comment by amwido — February 8, 2007 @ 10:35 am
untuk yang komen emansipasi itu jelek..maksudnya apa to?? emang apa salahnya emansipasi?? trus kenapa kl ada yang komen masalah poligami, yang pro selalu bilang “Kenapa masyarakat lebih toleran sama perzinahan,tapi ribut masalah poligami??” lah namanya zina ya tetep salah to yo yo…. coba buka debat terbuka di televisi tentang boleh tidak zina??!! saya sangat yakin banyak bgt kok orang yang nentang.. jadi kl buat perbandingan tu ya mbok yang masuk akal to wahai laki2 pro poligami… untuk mas yang buat kaos lam kenal.. peace forever!! mudah2an usahanya laris manis, kayak yang nulis..
Comment by Amarylis — February 15, 2007 @ 9:34 am
*mupeng ama bangsari*
hehehe…
mau dong pak
Comment by thuns — February 20, 2007 @ 3:50 am
Mas Blontang Tranktang Tengtong Tung Slep, A cH..
Saya pesen 1, tp potong ongkos kirim ya..
Kan biasanya dianterin ke kantor…hehehe…
Eni Wei,… POLIGAMI apa sich?
Blontank Terus Pantang Mundur
blonty: tenang aja. buatmu kukasih harga khusus…… Kaos POLIGAMI yang kutawarkan akan bermanfaat buatmu. Setidaknya, dengan memakai kaos itu, istrimu akan yakin bahwa kamu suami baek-baek dan ‘layak’ dipercaya :p
Comment by ndiet — February 21, 2007 @ 8:19 am
Whaaaa!!! Brillian!
Jadi pengen pesen…
*itung2 duit dulu*
Comment by wadehel — March 1, 2007 @ 7:27 am
Koreksi dikit massss…
Rasulullah tidak rela Fatimah dimadu oleh Ali karena calon madunya itu anake Abu Jahal, coba deh dibaca seksama hadits2nya yang menceritakan kisah itu (ada lebih dari satu hadits), dan di hadits itu Rasulullah juga berkata, “Aku tidak mengharamkan sesuatu yang telah dihalalkan oleh Allah”. Jadi kalo sikap njenengan dengan berdasar hadits itu, mohon di review kembali. Nuwun…
Comment by mas agus — May 5, 2007 @ 10:08 am
Utk yg menolak poligami, lihatlah fakta bhw jml wanita lbh bnyk dr laki2. Terus sisanya mau dikemanakan? Apa dibiarkan menjadi perawan tua?Atau mjd -maaf- psk? wanita juga manusia yg punya nafsu biologis. Bukankah lebih terhormat jika mereka berstatus istri dgn pernikahan sah, mskpn istri ke-2, 3 , atau 4? Tegakah kalian pd wanita yg dimadu dgn memandang rendah pd mereka? Atau kalian lebih senang melihat mereka terlantar? lihatlah betapa indahnya Islam m’atur poligami. Di antaranya harus adil . Adil bkn dlm hal cinta, krn Rosululloh SAW m’cintai Aisyah lebih dr istri2 beliau yg lain. Dan Islam m’batasi poligami maksimal 4 istri. Bahkan tdk ada agama yg melarang poligami.
Comment by aisyah — May 26, 2007 @ 5:08 am
Poligami atas nama Alloh dan nafsu, membuat para kyai, ulama dan tokoh muslim lainnya menjadi cabul. Padahal jelas sekali poligami merendahkan derajat wanita. Membunuh juga atas nama agama. Kekerasan atas nama agama. Kenapa menjadi begini?
Waktu jaman Majapahit, orang Jawa (Gajah Mada, dll) membuat nusantara makmur dan jaya. Orang jawa berkebudayaan tinggi, kreatif dan toleran.
Setelah Islam masuk di Jawa, negara kita hancur korban dari penajahan Belanda, Jepang, dsb. Korban dari korupsi, kekerasan/teror, malapetaka. Dan korban dari imperialisme Arab (Indonesia adalah negara pemasok jemaah haji yang terbesar di dunia). Bangsa Arab ini memang hebat sekali karena telah berhasil menemukan cara untuk memasukkan devisa untuk mereka sendiri. Sedangkan situasi ekonomi negara kita dalam keadaan yang sangat parah. Imperialisme Arab ini memang sangat kejam. Turun-temurun sampai anak-cucu, tidak tahu sampai kapan, nusantara diharuskan membayar “pajak” kepada Imperialisme Arab ini dengan alasan: kewajiban menjalankan rukun Islam.
Padahal, sebelum Islam masuk ke Jawa, orang Jawa sudah menganut agama universal yaitu agama Kejawen.
Bagaimana caranya supaya orang Jawa kembali bisa memakmurkan negara kita yang tercinta ini?
Comment by Saleh Aziz — June 12, 2007 @ 2:24 pm
yang paling banyak rugi adalah kaum perempuan, tak ada laki2 ato suami yang bisa adil dalam praktek poligami, karena betapapun buruknya istri berikutnya, suami pasti lebih banyak kesana, sudah jelas istri tertua tidak bisa nyaman melayani kalo tau suaminya berselingkuh..kasian para wanita
Comment by dewi — June 26, 2007 @ 1:20 pm
yang paling banyak rugi adalah kaum perempuan, tak ada laki2 ato suami yang bisa adil dalam praktek poligami, karena betapapun buruknya istri berikutnya, suami pasti lebih banyak kesana, sudah jelas istri tertua tidak bisa nyaman melayani kalo tau suaminya berselingkuh..kasian para wanita/aku pesan baju juga ya/o81558100715
Comment by dewi — June 26, 2007 @ 1:22 pm
Menurut yg anti poligami:
“Mereka yg pro poligami salah dalam penafsiran al-qur’an dan hadits.”
“Yg pro poligami itu mikirnya pake kepala bawah!”
dll
Kalo diliat, yg anti poligami kebanyakan aktifis yg pro demokrasi dan pro kebebasan berpikir dan menyatakan penafsiran bisa berubah sesuai tuntutan jaman dan berkembangnya pengetahuan.
Nah, mestinya yg anti poligami seharusnya menghormati yg pro poligami karena itu penafsiran mereka terhadap al-quran dan hadits. Kan selesai urusannya, yg diatur dan dilarang ya KDRT-nya. Jadi yg pro poligami bisa menjalankan dan meyakini aturan agamanya (meski tidak berpoligami)dan yg anti poligami ya g usah poligami. Coba berapa persen sih penduduk indonesia khususnya yg muslim yg poligami? Yg penting bagaimana agar pihak suami maupun istri dapat berperan sesuai tugasnya sebaik mungkin, kalau mereka menyadari peran dan fungsi masing2 tentu kasus KDRT, perselingkuhan dan lainnya akan tereliminasi. jadi emansipasi bukan menuntut perempuan sama dengan laki-laki karena apapun dalilnya toh perempuan dan laki-laki berbeda.
Akhirnya kalau debat poligami dengan tujuan sebagai kajian ndak masalah tapi kalau bertujuan melarang apalagi memakai UU untuk melarangnya wah saya pikir kelewatan, hal yg lebih penting g diurusin. Coba lihat reaksi menteri kita membahas kasus poligami, mbok y urusin gimana meningkatkan pendidikan kaum wanita, kasus perlindungan TKW dan lainnya.
Comment by dyno hebat — June 29, 2007 @ 2:17 am
Tambahan:
yg bilang “pro poligami tuh mikirnya pake kepala bawah” ternyata seseorang yg disanjung dan diakui sebagai Kiai…sekali lagi Kiai… Heran Kiai kok ngomong asal jeplak…berbeda pendapat ya wajar, mestinya apapun masalahnya jangan mencaci seperti itu, mestinya bantah dengan dalil lagi kan fair, indah gitu loh kalo berdebat pake dalil bukan ego. Ga kebayang deh sodara2 yg pro poligami dibilang mikirnya pake kepala bawah….ck ck ck gimana coba kalo mereka balas “Tuh Kiai mikir kok otaknya di dengkul” karena komentar ini dah sy denger loh. Jadi mari kita hormati perbedaan, yg aneh non muslim ikutan komentar, aneh kritik dalil (alquran & hadits) pro poligami dan ndukung dalil anti poligami (juga al-qur’an & hadits),percaya kok milih2….aneh!
Comment by dyno hebat — June 29, 2007 @ 2:33 am
Buatku, semakin banyak yang menentang POLIGAMI semakin bagus, supaya laki-laki yang memang enggak cukup mampu berpoligami enggak usah. Jadi nanti kan tersaring, hanya yang khusus saja yang bisa.
Yang jelas, dalam kacamata Islam, POLIGAMI atau MONOGAMI sama-sama diberi kesempatan. Yang mau 4,3,2 atau hanya satu yang silakan. Akomodatif sekali kan Alloh dalam hal perkawinan ?
Untuk mas BLONTANK Poer, yang merugikan perempuan dan anak bukan aturan POLIGAMI-nya akan tetapi pelakuknya. Analogi berpikirku begini, Aturan tidak boleh melanggar lampu merah kan bagus, jadi kalau ada yang menerobos lampu merah, tentunya yang salah kan pelakunya. Dia harus di-priiiittttt JANGAN melanggar, bukan lantas peraturannya yang disalahkan. Bagi orang Islam, kebenaran kata-kata Tuhan (Alloh SWT) adalah mutlak, maaf ini adalah masalah kepercayaan.
Comment by masromy — July 10, 2007 @ 4:31 am
Ada yang bertanya: Apakah Islam agama teroris?
Jawaban saya adalah: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.
Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.
Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10 atau 25? Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense dan absurde seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak, maka orang muslim hanya menurutinya saja secara taken for granted.
Banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Jadi umat muslim terjebak.
Comment by Zorion Annas — July 21, 2007 @ 12:16 pm
Kalau saya sih memandang poligami dari para pelakunya, karena Islam sudah mengajarkan tata caranya akan tetapi kebanyakan para pelaku poligami tidak mentaati tata cara tersebut, yang mana hal ini dikarenakan mereka tidak siap baik secara materi atau batiniah sehingga pada pelaksanaannya biasanya akan banyak mendapat kendala, tetapi saya pribadi sangat bahagia dengan seorang istri yang selalu mendampingi saya dan anak kami yang selalu memberi keceriaan, sekian terima kasih atas perhatiannya.
Comment by hendro cy — August 2, 2007 @ 2:00 pm
Saya menemukan suatu hal yang sangat mengejutkan hati saya. Ini website-nya: http://agamarasional234.blogsource.com/
Dalam artikel tsb, di bawah ini adalah salah satu kontradiksi yang dipaparkan:
“Bila melihat latar belakang kehidupan Muhammad, adalah sulit sekali untuk dapat menerima bahwa ia adalah seorang yang suci. Peri kehidupan sexnya dengan banyak pelayan wanitanya/harem dan terlebih lagi dengan Aisha, gadis yang baru 9 tahun umurnya, sangat mengherankan dan mengerikan. Hubungan sex antara pria umur 54 th (Muhammad) dan Aisha (9 th) bila terjadi saat ini akan disebut kasus pedophili, dan pelakunya (yang dewasa) dapat dituntut hukuman penjara. Hal ini juga merupakan kontradiksi logika yang luar biasa (seorang nabi melakukan pedophili).”
Comment by Saleh Aziz — August 22, 2007 @ 9:06 pm
poligami halal, jgn mengharamkan perkara halal, emangnya kamukah yang membuat manusia, biarlah hukum itu dibuat oleh yang mebuat kita.
jadi manusia jangan suka sok, perempuan diberi kelabihan demikian juga lelaki.
ibu mendapat 3 kali hormat dari anaknya, lelaki cuma sekali, ibu meninggal di sebut sahid, menyusui adalah ibadah.
lelaki jadi pemimpin sehingga diwajibkan mencari nafkah, dan satu lagi lelaki dimintai pertanggung jawaban atas anak dan istri.
jangan membuat hukum, sok tahu jika gak tahu hukum, emangnya kamu gak takut bila diminta pertanggung jawaban
Comment by bedjo — August 26, 2007 @ 10:39 am
POLIGAMI menurut agama islam itu boleh asalkan adiiilll, tapi yang sering bermasalah di para wanita itu lhooo !!! karena maunya seperti kartini - emansipasi…!!!
Padahal dengan islam harkat dan martabat wanita / perempuan sangat terhormat …..!!! kenapa ?
maaf sy dipesan tidak boleh jawab, tanya aja sama ustad yaaa!!!
Adill yg karena harta, umumnya masih dapat diselesaikan dengan baik .. gimana caranya adil para istri dapat harta dari suami yang setara / mendekati sama….
Tapi adil yang masalah hati atau cinta itu merupakan hak prerogratif suami…. tapi pada kenyataannya pihak istri sangat menuntut hal itu, sehingga sering kacau!!!
Yang sangat profesional / pandai / kreatif dalam BERPOLIGAMI di indonesia adalah suku / orang2 MADURA karena tidak neko-2….. yang sering saya jumpai …….
ORANG MADURA BERPOLIGAMI dengan memberikan tempat usaha / warung / mracang untuk istri-2nya, dan usaha tbs akan dijalankan oleh sang istri dengan baik …. secara otomatis suami juga mendapatkan keuntungan dari tempat usaha tersebut ( seperti bagi hasil ) sehingga suami dapat bagian dari tempat usaha tersebut…..!!!! jadi dengan Berpoligami maka sang suami akan tambah kaya yaitu kaya istri dan kaya harta ……..enakan!!
Saya sangat setuju dengan poligami yang datangnya / perintah dari ALLAH SWT yaitu dapat :
1. mencegah perzinahan, karena secara on the spot / kenyataanya di masyarakat berzinah itu adalah hal biasa, coba dilihat, diamati, dievaluasi yang mana sering dilakukan oleh :
a. Artis - aktor baik layar kaca, layar lebar maupun group band
b. Pelajar maupun mahasiswa
c. Para Eksekutip baik yg muda maupun yang tua
d. Para pejabat negara maupun swasta
2.Mencegah adanya tempat lokalisasi pelacuran walaupun haram tapi pemerintah mengijinkan, tapi kalau judi tidak … why..?
3.Dapat mengurangi janda / perawan tua yang belum menikah, di indonesia wanita lebih banyak daripada pria dengan perbandingan 3 : 1
ok itu pendapat saya ……… gitu aja kok repot
salam ……..trimakasih
Comment by damar, se — August 26, 2007 @ 3:43 pm
Pertanyaan: Apakah Islam agama teroris?
Jawaban: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.
Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.
Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10, 25 atau bahkan 1000? Dalam hal ini, wanita tidak lagi dianggap sebagai manusia, tapi sebagai benda terhitung dalam satuan, bijian, 2, 3, 4 atau berapa saja. Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak (wahyu Tuhan), maka umat muslim hanya menurutinya saja tanpa menggunakan nalar.
Sedangkan, tidak ada saksi dan bukti untuk memverifikasi dan memfalsifikasi apakah isi Al-Qur’an betul-betul wahyu dari Tuhan atau bukan? Yang dapat dikaji secara obyektif adalah isi atau ajaran yang dikandung Al-Qur’an itu apakah ia sesuai dengan dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, seperti cinta kasih, kesetiaan, ketabahan, rajin bekerja, kejujuran, kebaikan hati atau mengajarkan kebencian dan kekerasan?
Saat ini, banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Disamping itu, pemuka muslim atau siapa saja yang coba-coba memberi tafsiran yang lebih manusiawi tentang Al-Qur’an pasti mendapatkan ancaman terhadap keselamatan fisiknya.
Pertanyaan atas soal ini, betulkah Tuhan menurunkan wahyu kebencian terhadap sekelompok orang yang memujanya dengan cara berbeda-beda, yang mungkin sama baiknya atau bahkan lebih baik secara spiritual? Bukankah akhirnya ajaran-ajaran kebencian ini menjadi sumber kekerasan sepanjang massa?
Comment by B Ali — August 27, 2007 @ 6:35 am
Assalaamu’alaikum.
Saya sangat setuju dengan poligami.
Saya mempunyai seorang teman yang sudah mempunyai seorang istri + 2 anak. Dia mau tidur seranjang dengan gadis yang berumur 9 tahun. Gadis ini adalah anak dari seorang teman akrabnya. Teman saya ini mau mencontohi Nabi Muhammad SAW.
Teman saya ini mengetahui bahwa gadis tsb bukan milik ayahnya, melainkan milik Alloh.
Pertanyaan saya: Berhakkah si Ayah menolak permintaan teman saya ini? Apakah si ayah akan masuk neraka karena menolak ajaran Nabi Muhammad SAW?
Terima kasih atas pertolongannya untuk menjawab pertanyaan ini.
Comment by Solihin — January 6, 2008 @ 10:34 pm
Saat ini, Indonesia mengalami krisis multi-dimensi. Sedangkan sebagian besar dari krisis ini disebabkan oleh agama.
Agama Islam adalah agama dari rumpun Abrahamik seperti halnya Kristen dan Yahudi. Ketiga agama ini menanamkan kebencian, permusuhan dan kekerasan sepanjang massa.
Penduduk Indonesia adalah 60% berada di Jawa. Jadi kekuatan ada di Jawa. Kalau orang jawa segera meninggalkan agama rumpun abrahamik dan kembali kepada Kepercayaan asli, maka sebagian besar dari krisis ini akan hilang dan Indonesia akan seketika sembuh dari krisis ini.
Indonesia adalah negara besar, kaya dengan sumber alam. Indonesia tidak berhak mempunyai nasib yang sepuruk ini.
Comment by Ridwan Azari — January 7, 2008 @ 9:51 pm
Assalaamu’alaikum.
Saya menemukan posting yang sangat menarik tentang: Doktrin-Doktrin Yang Kurang Perlu dalam Islam. Ini link-nya: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1312
Selamat membaca dan terima kasih,
Wassalam
Comment by Ramli Rais — January 11, 2008 @ 6:39 pm
saya adalah orang kontra poligami karena hal itu hanya dapat menyakitkan perempuan beserta anak-anaknya
Comment by marifatul uyun — February 20, 2008 @ 4:45 am
Mengucapkan “Selamat Natal” kepada umat nasrani adalah haram.
Adapun hal-hal lainnya yang haram bagi umat muslim adalah:
• makan mie instant => karena temuan oran Cina
• memakai pakaian tekstil => karena ditemukan oleh Kristiani
• makan nasi => karena berasal dari Cina
• memakai kendaraan bermotor => karena temuan bangsa Kristiani
• mengikuti ajaran Wali Songo => karena semuanya orang Cina
• menggunakan listrik => karena temuan bangsa Kristiani
• menggunakan komputer => karena temuan bangsa Kristiani
• menggunakan internet => karena temuan bangsa Kristiani
• kiblat mengarah ke Mekah => karena itu penyembahan berhala
• naik haji => karena itu penyembahan berhala
• menganggap buku al-qur’an suci => karena itu penyembahan berhala
• mengelilingi ka’bah 7 kali => karena itu penyembahan berhala
• sholat 5 kali sehari => karena ini penyembahan berhala
• mempercayai surga, neraka & akhirat => semuanya ini adalah berhala
Bagaimana dengan saudara-saudara kita umat muslim yang membela Islam dengan merusak tempat-tempat ibadah umat lain, tapi mereka memakai pakaian tekstil dan mengendarai kendaraan bermotor? Sedangkan tekstil dan kendaraan bermotor adalah temuan dan teknologi bangsa Nasrani.
Bagaimana dengan saudara-saudara kita umat muslim yang membela Islam dengan meledakkan bom untuk membunuh umat lain? Sedangkan bom itu adalah temuan orang Yahudi.
Comment by Zulfiki Bin Taha — March 31, 2008 @ 11:44 am
Memang satu-satunya agama yang dibela oleh pemerintah adalah agama Islam.
Sikap pemerintah seperti ini sangat berbahaya.
Resikonya adalah:
Bagi umat Islam yang anti pemerintah, hal ini adalah peluang yang sangat bagus untuk menentang pemerintah. Umat muslim tidak usah menunggu pemilihan umum untuk menentang pemerintah yang sekarang.
Kalau umat muslim mau menentang pemerintah yang sekarang, cukup dengan meinggalkan agama Islam untuk memeluk agama lain selain Islam. Meninggalkan agama Islam berarti anti pemerintah yang sekarang. Reaksi ini lebih ampuh dari pada menyoblos di pemilu. Hasil penghitungan suara di pemilihan umum bisa direkayasa dan dicurangi. Tetapi meninggalkan agama Islam ke agama lain adalah reaksi yang tidak bisa dikontrol oleh pemerintah. Dan pemerintah nanti hanya bisa gigit jari.
Inilah resiko yang dihadapi oleh pemerintah yang kerjanya hanya membela agama Islam.
Comment by Zulfiki Bin Taha — April 7, 2008 @ 10:57 am
Organisasi-organisasi muslim yang bringas didukung oleh oknum-oknum kepolisian & aparat keamanan pemerintah.
Sudah sering terjadi pengerusakan rumah-rumah ibadah umat lain, sweeping, fatwa-fatwa dan kekerasan lainnya yang dilakukan oleh organisasi muslim terhadap umat agama lain. Sedangkan sebagian dari para preman ini adalah anggota polisi dan aparat keamanan lainnya yang berpakaian sipil. Pemerintah juga bersikap seolah-oleh memberi semangat kepada preman-preman ini sehingga mereka merasa berada di atas hukum apapun yang berlaku di negara Indonesia.
Juga anggota polisi pada umumnya hanya menonton para preman yang melakukan pengerusakan & sweeping. Anggota polisi malah melindungi oknum-oknum yang berkelakuan bringas itu.
Sedangkan polisi dan aparat keamanan pemerintah seharusnya melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, suku, dsb.
Kita yakin bahwa ada umat muslim yang tidak mentolerir dan tidak setuju dengan kelakuan polisi dan aparat keamanan yang secara terang-terangan memihak kepada golongan mayoritas.
Tetapi, pemerintah tidak menyadari bahwa walaupun polisi dan aparat keamanan mempunyai senjada api, rakyat jelata (masyarakat muslim yang kurang simpati terhadap polisi) mumpunyai senjata yang jauh lebih ampuh dari pada senjadi api. Sejata yang ampuh ini adalah agama.
Masyarakat muslim yang tidak simpati terhadap tindakan polisi yang memihak ini bisa mengeluarkan reaksi yaitu mereka bisa meninggalkan agama Islam. Mereka bisa mengalih ke agama lain. Kalau hal ini terjadi/sedang terjadi, maka senjadi api polisi itu tidak ada artinya.
Comment by Khairun Abubaker — April 9, 2008 @ 10:15 am
LAGI-LAGI OKNUM POLISI YANG DI FPI MELAKUKAN KEBRINGASAN
Wah ! Lagi terjadi kekerasan a la jaman kegelapan.
Seharusnya bukan FPI yang dilarang di Indonesia, malah Islam seharusnya dilarang di Nusantara karena idiologi ini hanya menyulut kebencian dan membuat keonaran, kerusuhan, anarki yang membuat masyarakat Indonesia resah.
Comment by Rustan Zali — June 2, 2008 @ 6:55 am
Poligami adalah aturan barbar. Akal-akalan laki-laki di Timur Tengah waktu jaman jahiliyah. Bagi orang yang pernah ke Timur Tengah baru bisa melihat budaya Arab yang sebenarnya. Kebudayaan Nusantara jauh lebih tinggi dan lebih luhur dari budaya Arab yang bejat itu.
Di Eropah, seseorang yang marah dengan seorang temannya lazim berkata: “Kamu ini kerjanya seperti orang Arab saja.” Ini artinya bahwa temannya itu kerjanya jelek, tidak teratur, bodoh, lugu, dsb.
Jadi kata “Arab” itu konotasinya bodoh, lugu, tidak teratur, bego, tidak tepat waktu, semrawutan, sembrono, naif, semrawutan, barbar dan hal-hal yang negatif lainnya.
Sayangnya di Indonesia, kita saat ini kesurupan budaya Arab. Tidak mengherankan kenapa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis multi-dimensi, dalam keadaan porak-poranda.
Comment by Zulfiki Bin Taha — August 8, 2008 @ 8:10 am
POLIGAMI ADALAH PELACURAN BAGI MUSLIM YANG DIWAHYUKAN OLEH ALLAH BAGI PENGIKUT MUHAMMAD.
KATA :NY.MUSTIKAWATI. BACA DIMEDIA INTERNET..
NY.MUSTIKAWATI
Comment by Mr.Nunusaku — September 9, 2008 @ 9:04 pm
Poligami itu dihalalkan oleh Alquran.
Membaca Playboy dan nonton film porno pun dihalalkan oleh FPI.
Habieb Rizieq Shihab (pemimpin FPI) ternyata senang membaca majalah Playboy dan nonton VCD porno !
Bagaimana dengan orang-orang MUI ??? Pastilah mereka malah lebih parah lagi dari Rizieq Shihab yang moralnya bobrok ini.
Beginilah ulah dari orang-orang yang memekikkan nama Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang dangkal, artifisial, sekedar formalitas, dan yang pada dasarnya membuat umatnya bermoral bobrok.
Comment by hamid — September 10, 2008 @ 8:34 pm
BERAPAKAH TINGGI BADAN NABI MUHAMMAD SAW ?
Buat teman-teman yang ahli matematika. Saya perlu bantuan dari kalian.
Saya mau mengetahui tinggi badan Rossul SAW waktu berumur 54 tahun (waktu beliau menikahi Aysiah yang berumur 9 tahun). Rossul SAW lahir sekitar 1500 tahun yang lalu.
Kita mengetahui bahwa semakin tahun, tubuh manusia semakin tinggi. Seorang anak yang menginjak umur dewasa selalu lebih tinggi tubuhnya dari ayahnya sekitar 5 sampai 10 cm. Sedangkan, perbadaan umur antara anak dan ayah adalah sekitar 25 - 30 tahun.
Ambillah sebuah patokan yang minimal bahwa seorang anak selalu lebih tinggi dari ayahnya paling tidak 2 cm. Sedangkan perbedaan umur antara anak dan ayah, kita ambil patokan 30 tahun.
Saat ini: Tinggi badan orang dewasa di daerah Timur Tengah (Arab), kita ambil patokan 180 cm.
Kalau dilihat dari patokan-patokan di atas, berarti tubuh manusia bertambah tinggi minimal 2 cm setiap 30 tahun.
Sedangkan kita mengetahui bahwa Rossul SAW lahir 1500 tahun yang lalu.
Selisih ukuran badan Rossul SAW adalah (1500 dibagi 30 ), kemudian hasilnya dikalikan 2 cm. Hasilnya adalah 100 cm (lebih pendek dari sekarang).
Kalau rata-rata orang dewasa di Timur Tengah mempunyai tubuh setinggi 180 cm, maka tinggi tubuh Rossul SAW pada saat itu adalah (180 cm dikurangi 100 cm) = 80 cm.
Jadi Rossul SAW mempunyai tubuh setinggi 80 cm.
Berarti kita yakin bahwa, pada saat itu (1500 tahun yang lalu), Rossul Nabi Muhammad SAW berukuran badan sangatlah pendek, yaitu sekitar 80 cm.
Comment by Anwar N. — April 4, 2009 @ 8:12 am