Setiap mendengar Soeharto, bekas penguasa Orde Baru itu, masuk rumah sakit, maka yang muncul di benak saya adalah pertanyaan konyol: sedang ada perkara apa di Cendana? Soeharto, telah mengajarkan kepada saya (juga banyak orang), untuk tidak mudah percaya pada apa yang bisa dilihat dan didengar. Bagi saya, Soeharto adalah pembuat cerita terbaik di dunia. Kalau saja Shakespeare, Beckett, Chekov atau Tolstoy masih hidup, beliau-beliau pasti memilih pensiun dini jadi pujangga.
Soeharto, terlalu sering memancing kita untuk selalu menerapkan ilmu othak-athik gathuk, menghubung-hubungkan berbagai peristiwa atau kejadian untuk membuat kesimpulan yang seolah-olah menjadi benar. Teka-teki selalu ditebar. Gerak bibir dan raut wajah The Smiling General itu, pun selalu melahirkan multitafsir. Hanya orang-orang yang paham kultur Jawa ningratlah yang bakal paham apa maunya Pak Harto.
Karena itulah, teori konspirasi seolah-olah menjadi pantas dan satu-satunya alat yang bisa dipakai sebagai pijakan menganalisa berbagai persoalan. Batuk pun bisa memiliki banyak makna. Sehingga, sakit atau kunjungan ke rumah sakit pun cenderung saya prasangkai sebagai tindakan pura-pura, apalagi bila kunjungan berobat itu terjadi hampir berdekatan dengan rencana persidangan kasus-kasus masa lalunya.
Secara pribadi, saya ingin Soeharto segera sehat, dan segar bugar kembali. Syukur, penyakit short memory syndrom-nya segera hilang. Kesehatan menjadi penting, karena faktor itu yang selalu dijadikan sebagai alibi untuk penghentian proses peradilan seperti dimaui orang-orang Partai Golkar . Soal dosa dan kesalahan masa lalunya lantas dimaafkan, itu soal lain. Dalam hal ini, saya ma’mum apa kata Gus Dur saja.
Kini, saya sudah paham. Tak ada indikasi Pak Harto pura-pura sakit. Kondisi kesehatannya, bahkan memang agak mengkuatirkan alias gawat , sehingga Bu Menteri Kesehatan pun menyatakan siaga satu bagi Tim Dokter . Belum ditambah lagi informasi yang saya peroleh Selasa (8/1) siang, bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah menggelar rapat persiapan, kalau-kalau Pak Harto wafat dalam waku dekat.
Rapat dadakan yang digelar di Semarang, Minggu (5/1) siang, bahkan sudah sampai pada tahap bagi-bagi tugas. Kabarnya, rapat dilakukan karena Markas Besar TNI sudah mengirimkan surat berisi protokoler bila sewaktu-waktu Pak Harto berpulang.

Kota Surakarta, misalnya, kebagian mengurus ketersediaan kamar bagi tamu-tamu penting, termasuk langkah-langkah pengamanan para kepala negara, duta besar dan wakil-wakil pemerintah asing yang akan datang takziah. Juga, mengkoordinasikan pengusaha bunga segar yang bakal ketiban pekerjaan dadakan, membuat karangan bunga dalam jumlah sangat besar, dalam waktu yang –pasti- sangat singkat!
Begitulah kerepotan banyak pihak menyikapi kondisi kesehatan Pak Harto. Suka atau tidak, dia termasuk orang superpenting di republik ini. Masa lalunya yang otoriter membuat banyak pihak dirugikan. Pelanggaran hak asasi manusia banyak terjadi, utang luar negeri juga meninggi. Namun, ia juga memiliki banyak prestasi. Indonesia pernah gemilang dan kaya raya pada masa booming minyak, meski banyak pula keuntungan yang diselewengkan banyak orang.

Kini, ada baiknya kita mendoakan Soeharto agar segera sembuh, sehat total seperti 20 tahun silam. Kita menanti senyum dan lambaian tangan Pak Harto di tengah-tengah proses persidangannya. Salah atau benar, biarlah proses peradilan yang menentukan. Dengan begitu, Pak Harto bisa tenang selama madeg pandhita kanthi tentrem, kalis ing sambikala dan menikmati pensiun dengan riang sambil ngemong anak-putu. Dan, kalau sewaktu-waktu takdir Allah sudah jatuh tempo, maka Pak Harto juga mencapai tataran khusnul khotimah

Amin Pakdhe ….
Comment by Mbilung — January 9, 2008 @ 7:12 am
simbah simbah… hidupnya bikin susah, mati pun masih bikin susah banyak orang.
kaum muda yang menderita amnesia sejarah seperti saya ini, terus terang bingung. mau ndukung suharto diadili kok pahamnya cuma setengah-setengah, ndak paham daftar kesalahannya. mau dilupakan, kok negara ini sepertinya nda pernah maju dari dulu ya?
masa iya ngurusi transportasi saja negara ini ndak bisa? belum lagi masalah petani (contohnya bapak saya) yang selalu rugi, tapi disuruh mensubsidi orang lain. menterinya yang menenggelamkan ribuan rumah tapi tetep terkaya seindonesia.
jadi bingung, simbah ini selama 32 tahun jadi rja, perannya apa terhadap negara ini?
Comment by bangsari — January 9, 2008 @ 7:40 am
Semoga pak Harto cepat dihilangkan dari rasa sakitnya
Comment by mr.bambang — January 9, 2008 @ 11:04 am
mbah, panjang umur ya…
Comment by imron rosyid — January 9, 2008 @ 2:52 pm
Waw.. nice photo.. dapet darimana tuh foto pak harto ama bu tin? romantis pisan euy.. Iya, saya turut mendoakan kesembuhan beliau. Amin.
Comment by titiw — January 11, 2008 @ 7:11 am
Ada persepsi lain di benak saya terkait dengan othak athik gathuk itu. Saya kira permasalahan yang sulit di atasi oleh pak harto bukan permasalahan negara. Akan tetapi permasalahan dalam keluarganya. Apalagi kalau masalah itu terkait dengan perselisihan anak-anaknya. Masalah negara yang melibatkan beliau banyak yang tahu dan yang akan membantu. Namun perselisihan anak-anaknya tidak pernah didengar publik, dan hanya beliaulah yang menjadi tumpuan penyelesaiannya. Pertanyaannya, sedang ada apa dlm keluarga cendana? siapakah yang tidak tampak di rumah sakit? silahkan dicari jawabannya.
Comment by setyo — January 11, 2008 @ 8:28 am
luar biasa. btw foto astana giri bangun yang di dalam itu foto produksi thn 2006 waktu survei tempat ama andi APTN yak?
Comment by priyombodo — January 14, 2008 @ 10:23 am
ya mbok manusiawi..
pak harto jangan dihujat terus..secara manusiawi dia juga harus diberi ruang kemanusiaan yang harusnya punya sisi kamanung
san. meskipun politiknya dulu busuk…
Comment by ami — January 15, 2008 @ 8:14 am
Mbok wis tho yg sudah ya sudah..gimana bangSa bs maju kalo rakyatnya nolehnya ke belakang terus
Comment by Eksant — January 15, 2008 @ 4:48 pm
Selamat jalan bapak pembangunan indonesia….
Banyak orang yang menguhjat beliau dimasa hidupnya….
tapi setlah beliau wafat,beliau bagaikan seorang pahlawan yang besar….
bukan bagaikan,,,tapi belaiu memang seorang pahlawan yang besar…..
pahlawan pembangunan…..
Selamat jalan bapak H.Muhammad Soeharto..
Semoga Allah mengampuni segala dosa mu…..
Semoga Allah membalas amal baikmu….
Dari kami…Rakyat yang mencintaimu……..
Comment by MeGAloman Tangguh — January 28, 2008 @ 3:06 am
pa harto adalah orang yg baik, dimasa dia Indonesia suatu Negara besar dn disegani sama negara luar. bahkan USA sekalipun segan sm negara ini. selepas dia menjabat negara kita ini dipandang sebelah mata dari bangsa luar. nah sekarang anda nilai sendiri,mana yg enak masa orde baru sama masa sekarang ini.
Comment by rany — January 29, 2008 @ 11:28 am
Pak Harto, I really missed you. May Allah the King of the Heaven bless you always.
Boston, MASS
Comment by othman — January 31, 2008 @ 1:41 am
met jln bpk pembangunan……
Comment by arty.sun — January 31, 2008 @ 5:31 pm
saya turut berduka cita atas menigalnya bapak yg saya sayangi dan cinta selamat jln bapa doa saya
akan meyertaimu bapak
Comment by faiasal — February 13, 2008 @ 8:26 pm
Bapak Dosamu akan di ampuni oleh ALLH .SWT saya akan selalu megigatmu bapak saya bahkan terharu pada saat pada bapak sakit saya ke solo tp saya tidak berani bapak saya kalu berani saya kesana bapak saya doakan masuk surga bapak adalah orang yg berbijak sana saya: faisal dimas maulana kota:malang jln:kelampok kasri atu bondowoso barat malang rt:10rw:02
Comment by faiasal — February 13, 2008 @ 8:34 pm
Bapak Saya Senang Pada Pemimpinan Bapak Seolah saya
itu orang bahaia Selamat Jalan Pak Harto Selamat Tiggal Kenanagn yg indah dan bahagia
Comment by Faisal Dimas Maulana — February 14, 2008 @ 6:04 am
maling teriak maling sembunyi dibalik dinding, pengecut lari terkencing kencing
tikam dari belakang lawan lengah di tendang, aparat sibuk mencari kambing hitam
itu warisan titik, utang dikemplang (milik pribadi kali)
gak ada yang tulus didunia politik, gak seperti pak tani nanem padi ya tumbuh padi itupun kalau diurus belum tentu panen berhasil dengan baik
Comment by polosoro — July 18, 2008 @ 12:31 pm